Aksi Demonstrasi Kenapa Tebang Pohon?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pace Hupa kali ini akan monyoroti aksi tebang pohon-pohon pelindung di Kota Manokwari, yang dilakukan oleh para warga pendemo, beberapa waktu lalu di Manokwari. Kejadian tebang pohon dengan maksud untuk memalang jalan, menutup jalan, memblokade jalan kerap dilakukan para pendemo ketika tak puas dengan suatu kebijakan. Hanya sayangnya, pohon yang setiap hari menjadi pelindung, penyejuk dan pemberi multi fungsi bagi kehidupan justru menjadi korban.

Halo para penebang pohon, apakah kalian sehat? Ingin rasanya menghukum kalian berdiri di bawah terik matahari, agar kalian mengerti arti keberadaan sebatang pohon.

Ko tahu ka tidak, Pohon itu memberikan apa yang tak sanggup manusia beri.  Pohon memberi manfaat tak terhingga. Ia mampu memberikan manfaat terbaiknya pada manusia meski ia akan diam saja ketika manusia menyakitinya.

Pohon tak pernah ingkar dan khianat dalam tugasnya. Setiap saat pohon tak henti mengeluarkan oksigen yang manusia butuhkan dalam kehidupan ini. Dengan tak kenal lelah, pohon menghisap udara kotor, karbondioksida, lalu mengubahnya hingga udara menjadi bersih dan sejuk.

Secara disiplin ia memekarkan bunga dan meruntuhkan buahnya saat musim buah. Lewat akarnya, pohon bisa menahan air dan tanah yang mampu melindungi dari kekeringan dan longsor. Lewat daunnya yang lebat, pohon setiap hari memberikan kelembaban pada udara dan ikut andil dalam proses turunnya hujan.

Saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotoran di balik pohon, ia tetap memberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi.

Manusia melemparnya dengan batu, ia membalas dengan buah dan bunga. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, ia membalas dengan getah dan buah yang lebat. Itulah pohon. Pohon mengajari cinta tak berbatas pada manusia, pada kita. ( Pace Hupa )