Peran Multimedia dalam Mensosialisasikan Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan di Papua Barat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Provinsi Papua Barat dijuluki sebagai Provinsi Pembangunan Berkelanjutan. Gagasan ini lahir untuk melindungi dan mengelola alam secara berkelanjutan sebagai modal dasar pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat. Agar gagasan ini memiliki legitimasi dan dapat diimplementasikan maka Pemerintah menerbitkan Peraturan Daerah Khusus ( Perdasus ) Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat.

Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat bukan sekedar julukan dan gagasan semata, melainkan  amanat  pasal 36 Undang-Undang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua Barat, bahwa pembangunan dilakukan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, kelestarian lingkungan, manfaat dan berkeadilan.  Selanjutnya pada pasal 38 ayat 2  mengamanatkan perekonomian dan pemanfaatan sumberdaya alam  harus menerapkan pinsip-prinsip kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,  untuk mewujudkan Papua Barat sebagai Provinsi Pembangunan Berkelanjutan.

Provinsi Pembangunan Berkelanjutan sudah berjalan tiga tahun, namun pemerintah daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, distrik hingga kampung di Papua Barat belum memahami apa itu Pembangunan Berkelanjutan. Demikian halnya dengan pihak swasta dan masyarakat umum di Papua Barat. Karena itu diperlukan sosialisasi yang lebih intensif melalui multimedia yang memiliki jangkauan yang luas dan menyasar ke seluruh lapisan masyarakat.

Dalam publikasi situs online Tekno Kompas, 23 Februari 2021, menyebutkan bahwa dari total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media social mencapai 170 juta. Artinya, jumlah pengguna media sosial di Indonesia setara dengan 61,8 persen dari total populasi pada Januari 2021. Angka ini juga meningkat 10 juta, atau sekitar 6,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Dirangkum KompasTekno dari We Are Social, Selasa (23/2/2021), waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet per hari rata-rata yaitu 8 jam 52 menit. Berdasarkan aplikasi yang paling banyak digunakan, secara berurutan posisi pertama adalah YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook, lalu Twitter.

Data yang dihimpun Lokadata.id (01/02/2021) pada tahun 2017 di Papua Barat, pengakses internet untuk hiburan sebanyak 36 persen dan 64 persen pada 2019. Rasio peningkatan provinsi ini tertinggi, mencapai 28 persen. Dalam periode yang sama, rasio peningkatan di Indonesia sebesar 11 persen.

Data tersebut di atas dapat menjadi rujukan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menyusun strategi sosialisasi Pembangunan Berkelanjutan dengan memanfaatkan pertumbuhan media social dan pengguna Internet di Papua Barat .

Strategi sosialisasi Pembangunan Berkelanjutan dapat dilakukan juga melalui situs berita online di Papua Barat yang ikut mengalami pertumbuhan. Ketua PWI Papua Barat, Bustam mengatakan bahwa media online di Papua Barat tumbuh pesat. Saat ini terdata 13 media online yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Papua Barat. Belum lagi ditambah dengan media online di organisasi lain seperti AMSI dan IJTI.

Pertumbuhan jaringan internet, pengguna media social dan situs berita online menunjukan kenaikan yang signifikan dari waktu ke waktu. Untuk itu Pemerintah Daerah diharapkan cepat tanggap dan dapat memanfaatkan peluang ini untuk mensosialisasikan Pembangunan Berkelanjutan di Papua Barat, sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan yang diharapkan oleh Perdasus Nomor 10 Tahun 2019 dapat terwujud. *)

Penulis : Alberth Yomo